Sinta Tantra, Seniwati Indonesia yang Go International

Sinta Tantra adalah seniwati keturunan Bali yang lahir pada 11 November 1979 di New York, AS dan saat ini berdomisili di London. Ia adalah salah satu seniwati yang mengembangkan seni instalasi dalam wujud visual tiga dimensi juga mural atau lukisan pada dinding dan tembok di sejumlah area, khususnya ruang publik.

Dengan ciri khasnya yang menggunakan warna-warna cerah pada bidang-bidang gambar yang besar, sejumlah karya lainnya pun turut menghiasi arsitektur dan galeri kota juga di beberapa negara Eropa lainnya.

Sinta-Tantra-Mural

Dalam proses kreatifnya, Sinta yang keturunan Bali tetapi tumbuh dan berkarir di Inggris ini, mendapatkan banyak inspirasi dari tempat keluarganya berasal. Karya-karyanya pun banyak terpajang di sejumlah pameran berkelas internasional.

Sinta sudah menerima banyak penghargaan, seperti Deutsche Bank Award in Fine Art, dan Research Grants dari  the British Council and Arts Council England,  Karya dari Sinta ada di “The Collections of Britain’s Government Art Collection,” selain juga ada di Amerika, Spanyol, dan Indonesia.

Salah satu karyanya yang spektakuler adalah lukisan dinding jembatan sepanjang 150 meter di pusat bisnis Kota London, Canary Wharf. Karya lainnya berupa instalasi lingkaran panel di sebuah taman, Napoleon Gardens, di Holland Park London.

Berikut adalah penghargaan yang telah diraihnya.

  • 2003 Dover Street Arts Club Excellence in Drawing Prize
  • 2003  Paul Smith Post Graduate Scholarship
  • 2004 Michael Moser Award
  • 2005 Nationwide Mercury Music and Art Award Finalist selected by Peter Blake and Tim Marlow
  • 2005 Henry Moore Post Graduate Award
  • 2006 The Deutsche Bank Pyramid Award in Fine Art
  • 2006 The Gordon Luton Award from the Worshipful Painters Stainers Trust
  • 2007 Westminster Civic Award for Public Arts in London
  • 2009 Courvosier The Future 500 in partnership with The Observer Newspaper
  • 2010 Shortlisted for the Jerwood Contemporary Painting Prize

2012 Associate member of the Royal British Society of Sculptors

Menembus Pasar Seni

karya sinta

Sinta menuturkan bahwa pada awalnya tidak mudah menembus pasar seni Inggris yang sudah mapan. Kesulitan utama adalah mencari rumah seni yang mau menggandengnya.

“Susah sekali, tetapi saya percaya kunci utama sebagai seniman muda adalah produksi sendiri dan sebanyak mungkin ikut pameran,” ujarnya.

Melalui berbagai pameran Sinta mendapatkan masukan dari para kolega dan guru seninya. Pameran pula yang mengantarkannya membuka peluang-peluang lain. Studinya di Slade School of Fine Art dan Royal Academy of Arts, London, ia anggap juga ikut membuka jaringan.

“Di sini kita bisa belajar dari guru terbaik dan bikin network sama kurator, artis terkenal di dunia,” kata Sinta.

Peluang bagi Sinta semakin terbuka ketika dia memperolah penghargaan bergengsi “Deutsche Bank Award in Fine Art” pada 2006.

“Untuk jadi orang seni, orang harus memahamii kreativitasnya tetapi juga harus punya otak bisnis. Waktu saya dapat Deutsche Bank Prize saya bisa bikin karya saya dari seni ke bisnis,” jelasnya.

Lukisan Dinding Jembatan London

jembatan london sinta

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu karyanya yang spektakuler adalah lukisan dinding jembatan sepanjang 150 meter lebih di pusat bisnis kota London, Canary Wharf., yang membentang di atas Sungai Thames, London.

Menurut Sinta, lukisan dinding di jembatan menuju kawasan pusat keuangan Canary Wharf mencerminkan denyut kehidupan pusat keuangan yang hampir tidak pernah tidur selama 24 jam sehari. Jadi lukisan didominasi warna cerah seperti merah jambu dan biru. Proyek sekala besar seperti ini membuat Sinta merasa tertantang.

“Saya suka bikin proyek yang besar sekali. Saya suka kolaborasi sama orang lain, sama orang yang ada expertise (keahlian) yang saya tidak tahu,” kata Sinta.

Kolaborasi karya seni modernnya bersama perupa ternama (sculptor) asal Inggris Nick Hornby memukau pengunjung di kawasan elit pusat bisnis di London, Inggris.

Puluhan karya seni hasil kerja sama Sinta dan Nick terpajang elok menyambut ratusan pengunjung yang datang ke acara pembukaan pameran yang berjudul “Nick Hornby & Sinta Tantra: Collaborative Works” di lobi gedung One Canada Square di kawasan bisnis yang prestis Canary Wharf, London yang berlangsung dari Januari hingga Maret 2013.

Dalam pameran kolaborasi ini Sinta banyak memasukan unsur “warna Bali” ke dalam karyanya. Sinta dapat membuat Indonesia tidak hanya dikenal dengan batik atau gamelan, tetapi membuktikan bahwa Indonesia juga punya seniman berkelas internasional dengan karya seni lukis sekaligus instalasi, katanya.

Harapan ke Depan

Meskipun tinggal di London ternyata wanita yang memiliki hobi menonton film dan jalan-jalan keliling kota London bersama teman-temannya ini sangat menyukai masakan ibunya, yakni ikan goreng dilengkapi sambal mentah Bali.

sintatantra

Harapan Sinta kedepannya adalah menyelesaikan proyek di berbagai negara seperti Inggris, Hong Kong, dan Indonesia. Meskipun tinggal di luar negeri Sinta tetap mencintai tanah airnya. Ia berharap kedepannya untuk bisa lebih banyak berkarya untuk kampung halamannya di Bali. Mimpinya, ia dapat menjadi inspirasi para perempuan Indonesia.

[Sumber: kickandy.comantaranews.com,  womanradio.co.id, bbc.co.uk, indonesiaproud]

Share

Leave a Comment